Visualisasi Agensi: Pemberdayaan Penyintas Kekerasan Seksual (Kajian Retorika Visual Feminis)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pemberitaan kekerasan seksual pada portal media arus utama sering kali mengobjektifikasi perempuan sebagai korban, baik dari narasi mau pun visualisasi yang ditampilkan melalui ilustrasi pendamping. Media yang terus mengobjektifikasi perempuan akan mengukuhkan persepsi masyarakat dalam memahami isu kekerasan seksual yang merugikan perempuan sebagai korban mayoritas. Untuk mengatasi hal tersebut, Remotivi hadir dengan menyelenggarakan lomba ilustrasi yang berpihak pada korban dan penyintas kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana ilustrasi dapat menjadi kontra-narasi pada ilustrasi sebagai pendukung visualisasi pemberitaan kekerasan seksual yang kerap kali mengobjektifikasi perempuan sebagai sosok yang lekat dengan kelemahan dan tiada daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis retorika visual feminis. Penulis menemukan bahwa ilustrasi yang berpihak pada penyintas kekerasan seksual menampilkan berbagai unsur yang belum dilakukan oleh media arus utama: representasi perempuan berdaya, gestur aktif yang melawan pelaku, sudut pandang yang hadir dari perempuan sebagai subjek, dan berbagai unsur yang mengolah perspektif baru. Adanya ilustrasi yang berpihak pada penyintas kekerasan seksual diharapkan dapat membuat khalayak memahami isu kekerasan seksual secara mendalam dan empatik, tidak lagi sekadar memandang korban sebagai objek pemberitaan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
Referensi
Astria, K. K., Nuzuli, A. K., & Handayani, F. (2021). Etika Jurnalistik, Perempuan dan Pemberitaan Pelecehan Seksual di Media Online. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 3(2). https://jurnalfuad.org/index.php/ishlah/index
Foss, S. K. (2005). Theory of Visual Rhetoric. Dalam K. Smith, S. Moriarty, G. Barbatsis, & K. Kenney (Ed.), Handbook of Visual Communication: Theory, Methods, and Media (hlm. 141–152). Lawrence Erlbaum Associates.
Foss, S. K. . (2018). Rhetorical Criticism: Exploration and Practice (Fifth). Waveland Press, Inc.
Galdi, S., & Guizzo, F. (2021). Media-Induced Sexual Harassment: The Routes from Sexually Objectifying Media to Sexual Harassment. Sex Roles, 84(11–12), 645–669. https://doi.org/10.1007/s11199-020-01196-0
Mandolini, N. (2023). Wonder feminisms: comics-based artivism against gender violence in Italy, intersectionality and transnationalism. Journal of Graphic Novels and Comics, 14(4), 535–555. https://doi.org/10.1080/21504857.2022.2135551
Nuzuli, A. K., Natalia, W. K., & Adiyanto, W. (2021). Tinjauan Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan Prostitusi Online di Surabaya. Warta ISKI, 4(1), 35–43. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v4i1.108
Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research & Evaluation Methods. Sage Publications, Inc.
Poerwandari, E. K. (2017). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Universitas Indonesia.
Priyansyah, R. N., Sevira, N. I., Rahmah, S. A., & Pradipto, A. D. (2023). Representasi Korban dan Pelaku Kekerasan Seksual di Artikel Berita. Jurnal Pekommas, 8(2), 191–204. https://doi.org/10.56873/jpkm.v8i2.5101
Robaeti, E., & Hamdani, A. (2023). Wanita di Mata Media Indonesia (Analisis Wacana Kritis Sara Mills pada Berita Online). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 1(7), 68–79.
Rossy, A. E., & Wahid, U. (2015). Analisi Isi Kekerasan Seksual Dalam Pemberitaan Media Online Detik.com. Jurnal Komunikasi, 7(2), 152–164.
Sari, R. A. W., & Jamaludin, A. (2022). Counter Narrative Sexual Violence in Alternative Media Mubadalah.id. Alfuad Jurnal Ilmiah Sosial Keagamaan, 6(2), 63–74.
Schwark, S. (2017). Visual representations of sexual violence in online news outlets. Frontiers in Psychology, 8(774). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2017.00774
Yadav, N. (2022). Whose Line is It Anyway: Graphic Anthology “Drawing the Line” as A Counter to Mainstream Rape Reportage in India. Journal of Graphic Novels and Comics, 13(5), 718–734. https://doi.org/10.1080/21504857.2021.1998171